Setalah sekian ratus hari menghilang dari blog sendiri... akhirnya saya menemukan kembali jalan pulang, dan inilah tulisan pemanasnya hehehhe...
Merupakan pengalaman perjalanan sendiri ke sebuah wilayah di jawa tengah bernama Baturaden yang terletak di utara Purwokerto, kabupaten Banyumas, keresidenan Banyumas 7.313646°LS 109.229765°BT... Apa itu keresidenan? Tanya aja mbah google ya.... terutama bagi pembaca yang terletak di luar Jawa, sepertinya gak ada istilah keresidenan...
Daerah Baturaden merupakan daerah dataran tinggi, terletak di sebelah selatan gunung Slamet, Jawa Tengah. Karena itu maklum lah bila udaranya bisa dibilang sejuk... sangat enak untuk dihirup, terutama di pagi hari.. Sebenarnya di daerah Baturaden sendiri terdapat banyak tempat indah. Namun karena hanya punya waktu satu sore, maka saya saat itu hanya mampu mengunjungi salah satu tempat wisatanya Telaga Sunyi (padahal ingin sekali ke satu tempat lagi namanya pancuran pitu dan pancuran telu yang katanya bisa nyembuhin berbagai penyakit).
"Di kala sang bulan purnama
Bersinar di atas telaga
Terdengar suara menggema
Melagukan balada tua
Kisah seorang putri
Yang telah patah hati
Lalu bunuh diri
Tenggelam di telaga sunyi
Bersama cintanya yang murni
Tenggelam di telaga sunyi
Bersama cintanya yang murni"
Lirik lagu di atas menggambarkan kisah telaga sunyi..... versi koes plus!
Entah apakah mereka mengambil kisah dari telaga sunyi di Baturaden ini atau tidak. Tapi, mengingat-ingat lirik lagu ini, saya yang datang di sore hari yang hampir gelap karena langit mendung merasa merinding hehehehe... apa bener ini dia telaga sunyi tempat seorang putri tenggelam bunuh diri karena patah hati?
Karena tak sempat tanya2 ama penduduk lokal, jadinya belum sempat konfirmasi deh... tapi disitulah serunya!! jadi merasa ada sesuatu yang ruaar biasa!
Kalo mau datang ke sini, datang saja ke Banyumas... trus tanya! mana arah ke Baturaden.... gampang kok, tinggal lurus naik ke atas...
trus telaga sunyi akan terlihat dalam sebuah tulisan....
kisah-kisah yang kita lalui dalam pencarian tempat ini, melewati jalan aspal, dan jalan tanah, inilah petualangan... dan beberapa kali bertanya pada penduduk lokal, menambah serunya petualangan, dan keakraban dengan lingkungan sekitar..
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 November 2012
Jumat, 26 September 2008
ReStauRaNt bamBOO
Satu lagi sebuah tempat yang tersembunyi dari peradaban yang merupakan tempat yang penuh kreatifitas dari penggagasnya...
Restaurant bamboo (named by author - because this is not an adv),
terletak di tengah pulau Bali, tepatnya di Tabanan, di balik gunung batu karu, merupakan sebuah tempat peristirahatan yang hanya bisa dinikmati apabila kita sudah melakukan reservasi - tidak bisa asal maen aja trus makan di sana.

Rest area ini merupakan bagian sebuah paket tour dan biasanya para tourist tiba di sini untuk menikmati makan siangnya setelah setengah lelah berpetualang menggunakan kendaraan cruisenya.
Nah kebetulan waktu kesana, udah gak ada para tourist yang bersantap, so atas kebaikan sang penjaga, kita bisa menikmati suasana di sana deh.
Menuju kesana, melewati hutan dengan jalan tanah yang tidak rata. kalo mau ke sini jangan bawa sedan deh. Kalo musim hujan apa lagi... sampai di tempat perhentian kendaraan terasa agak lenggang karena sudah tidak terlalu liar lagi. dari tempat parkir ini kita berjalan kaki sedikit, dan memasuki kawasan bamboo. sebentar saja berjalan kita sudah menemukan sebongkah rangkaian potongan bamboo yang membentuk sebuah bangunan. Dinding, lantai dan atap terbuat dari bambu. Benar2 memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. sangat menyatu dengan alam.. walaupun bukan style deconstructive, tapi idenya cukup pantas untuk dipuji.. walau setiap orang punya kemungkinan untuk membuat yang seperti ini, tapi kenapa tidak banyak yang sudah membuatnya? so, ini bisa saya sebut kreatif...
kalo ada yang buat bangunan bamboo yang wah dan sangat extraordinary di atas tanah yang mahal karena berkembangnya pariwisata disana, maka ide itu sengaja dibuat agar tampak exclusive dan tampak desain didapat dari arsitek handal, tapi yang satu ini idenya berkembang karena memang daerah itu adalah daerah hutan bambu. tidak ada sesuatu yang direkayasa... ini merupakan kejujuran ruang dan waktu dalam arsitektur.
Nah kebetulan waktu kesana, udah gak ada para tourist yang bersantap, so atas kebaikan sang penjaga, kita bisa menikmati suasana di sana deh.
Menuju kesana, melewati hutan dengan jalan tanah yang tidak rata. kalo mau ke sini jangan bawa sedan deh. Kalo musim hujan apa lagi... sampai di tempat perhentian kendaraan terasa agak lenggang karena sudah tidak terlalu liar lagi. dari tempat parkir ini kita berjalan kaki sedikit, dan memasuki kawasan bamboo. sebentar saja berjalan kita sudah menemukan sebongkah rangkaian potongan bamboo yang membentuk sebuah bangunan. Dinding, lantai dan atap terbuat dari bambu. Benar2 memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. sangat menyatu dengan alam.. walaupun bukan style deconstructive, tapi idenya cukup pantas untuk dipuji.. walau setiap orang punya kemungkinan untuk membuat yang seperti ini, tapi kenapa tidak banyak yang sudah membuatnya? so, ini bisa saya sebut kreatif...
kalo ada yang buat bangunan bamboo yang wah dan sangat extraordinary di atas tanah yang mahal karena berkembangnya pariwisata disana, maka ide itu sengaja dibuat agar tampak exclusive dan tampak desain didapat dari arsitek handal, tapi yang satu ini idenya berkembang karena memang daerah itu adalah daerah hutan bambu. tidak ada sesuatu yang direkayasa... ini merupakan kejujuran ruang dan waktu dalam arsitektur.
Senin, 15 September 2008
InDahNya aLaM
Bali adalah daerah berikutnya yang akan tergerus arus peradaban dan "keindahan teknologi". Apalagi sekarang udah banyak arsitek pintar yang menjadikan bali tempat yang cocok untuk bereksperimen tentang ide-ide extraordinary mereka. Dari mal, aneka hotel, villa, etc - asalkan ada investor yang mendanai ide cemerlang mereka.
Tapi sebenarnya, investorlah yang punya keinginan pertama untuk menanamkan uangnya di atas tanah, dan berharap akan berbuah uang yang lebih banyak lagi. nah si arsitek ini hanyalah petani yang punya skill untuk mengukir bumi dan bercocok tanam dengan bibit dolar yang dimiliki investor..
Nah siapakah pemilik tanah??? kenapa mereka membiarkan investor bercocok tanam di tanah mereka? apa sang pemilik tanah gak punya "bibit" yang digunakan untuk bercocok tanam? atau pemilik tanah ga punya "petani" yang mampu bercocok tanam di tanahnya sendiri? atau pemilik tanah gak punya pikiran untuk mengolah tanahnya sendiri sehingga lebih senang menikmati hasil dari menjual tanahnya dan menikmati hasil penjualannya itu saja? paling pinter pemilik tanah sekarang hanya minta upeti setiap tahun atas siapapun yang tinggal diatas tanah itu...
wah, berarti pemilik tanah gak nyadar kalo mereka ini punya banyak anak, yang masih membutuhkan tanah-tanah itu kelak...
Tapi untuk sementara kita masih bisa tenang... toh nanti yang gak tenang hanya anak dan cucu kita, BUKAN KITA... jadi kita bisa tenang lah...
Ketika jalan jalan di sekitar kita, saya masih banyak kok menemukan tempat yang bener masih alami.
contohnya jatiluwih.....

bahkan temen saya yang ikut minta di foto untuk pre-weddingnya... "takutnya entar terlambat dan keindahan itu hilang, jadinya sekarang aja fotonya..." gitu katanya.
wah PaSanGan SeRAsi yA!!!??
Jatiluwih adalah sebuah daerah di wilayah kabupaten Tabanan yang masih alami bener... saat ini sebenernya sudah dijamah pariwisata sih, tapi belum secara besar-besaran.. yang saya tau sudah ada horse riding dan ATV car track...
waduh!! sawahnya mau diacak-acak tuh...
asal jangan semua jalanan dipaving dan dibikinin hotel n restoran aja... masak di tengah pemandangan sawah dan hutan tiba2 ada trotoar? kan gak lucu ya...(seperti jalan menuju danau tambulilingan yang dulunya tanah alami sekarang sudah trotoar, ketika kesana kali kedua saya sudah merasa kecewa)
kadang kesulitan mencapai suatu tempat yang indah itulah menjadi keindahan yang mendalam...
kesulitan kita mendapatkan sesuatu membuat kita menghargainya.
Tapi sebenarnya, investorlah yang punya keinginan pertama untuk menanamkan uangnya di atas tanah, dan berharap akan berbuah uang yang lebih banyak lagi. nah si arsitek ini hanyalah petani yang punya skill untuk mengukir bumi dan bercocok tanam dengan bibit dolar yang dimiliki investor..
Nah siapakah pemilik tanah??? kenapa mereka membiarkan investor bercocok tanam di tanah mereka? apa sang pemilik tanah gak punya "bibit" yang digunakan untuk bercocok tanam? atau pemilik tanah ga punya "petani" yang mampu bercocok tanam di tanahnya sendiri? atau pemilik tanah gak punya pikiran untuk mengolah tanahnya sendiri sehingga lebih senang menikmati hasil dari menjual tanahnya dan menikmati hasil penjualannya itu saja? paling pinter pemilik tanah sekarang hanya minta upeti setiap tahun atas siapapun yang tinggal diatas tanah itu...
wah, berarti pemilik tanah gak nyadar kalo mereka ini punya banyak anak, yang masih membutuhkan tanah-tanah itu kelak...
Tapi untuk sementara kita masih bisa tenang... toh nanti yang gak tenang hanya anak dan cucu kita, BUKAN KITA... jadi kita bisa tenang lah...
Ketika jalan jalan di sekitar kita, saya masih banyak kok menemukan tempat yang bener masih alami.
contohnya jatiluwih.....
bahkan temen saya yang ikut minta di foto untuk pre-weddingnya... "takutnya entar terlambat dan keindahan itu hilang, jadinya sekarang aja fotonya..." gitu katanya.
wah PaSanGan SeRAsi yA!!!??
Jatiluwih adalah sebuah daerah di wilayah kabupaten Tabanan yang masih alami bener... saat ini sebenernya sudah dijamah pariwisata sih, tapi belum secara besar-besaran.. yang saya tau sudah ada horse riding dan ATV car track...
waduh!! sawahnya mau diacak-acak tuh...
asal jangan semua jalanan dipaving dan dibikinin hotel n restoran aja... masak di tengah pemandangan sawah dan hutan tiba2 ada trotoar? kan gak lucu ya...(seperti jalan menuju danau tambulilingan yang dulunya tanah alami sekarang sudah trotoar, ketika kesana kali kedua saya sudah merasa kecewa)
kadang kesulitan mencapai suatu tempat yang indah itulah menjadi keindahan yang mendalam...
kesulitan kita mendapatkan sesuatu membuat kita menghargainya.
Kamis, 04 September 2008
Perjalanan ke Nusa Penida


Nusa Penida adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali. Daerah ini memang lebih kering dibandingkan daerah dataran pulau Bali. mungkin karena struktur tanah yang didominasi batu karang dan di kelilingi pantai yang memang selalu panas. Sawah basah hampir tak terlihat. Kebanyakan vegetasi panas seperti jati - yang mungkin ditanam penduduk untuk investasi. Ladang ditanami ubi singkong.
Sumber air di daerah ini adalah dari hujan. Ini artinya kalo musim hujan, air di tampung dalam bak penampungan basar untuk dijadikan cadangan air selama beberapa waktu. Listrik juga memiliki Sumbernya sendiri di Nusa Penida ini. Kan susah kalo mau narik kabel P
LN dari bali ke Nusa Penida yang kalo naik boat aja sampe setengah jam, naik Ferry sampai 45-60menit. So, Nusa penida memiliki pembangkit listrik tenaga Bayu(angin) dan tenaga Surya. Pembangkit listrik ini bekerja dengan sistem saling menopang. Kalo ada angin pake pembangkit Bayu, kalo ada matahari pake pembangkit Surya. Kalo pas panas dan angin kenceng ya, Nusa jadi terang benderang!!!! Pembangkit listrik ini juga suply sampay Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan lho!! Karena saya melihat ada kabel listrik puanjang yang melintas dari pulau Nusa Penida ke 2 pulau tetangganya. Bagi saya ini adalah pengalaman pertama berkunjung ke pulau yang memiliki perladangan rumput laut di sepanjang pantainya... (Yah, jadinya agak sulit untuk mandi di pantai) Saat keberangkatan, saya datang jam 7 pagi berharap bisa menyebrang sepagi mungkin, eh ternyata penyebrangan pertama naik boat seharga 25 ribu baru ada jam 9 pagi... it's ok masih mendingan daripada nunggu Ferry Roro yang biasanya berangkat lagi ke Nusa Penida jam 1 atau jam 2 yang juga gak pasti. Maklum kapal ferry Roro ini musti ngantri dengan Ferry-ferry yang dari Lombok.
Kenapa mau berangkat pagi-pagi?? karena gak mungkin cukup untuk jalan-jalan kalo hanya ada waktu setengah hari. Kalo udah selesai jalan-jalan seharian pun besoknya harus nyari kapal sebelum tengah hari untuk balik ke pulau Bali, karena agak sulit nyari penyebran
gan sore - mungkin gelombang lebih besar. Nah lain cerita saat kepulangan, karena datangnya naik boat maka pulangnya saya putuskan untuk naik Ferry. Jam 11 penumpang kapal sudah naik ke kapal semua. Kemudian sampai jam setengah 1 siang kapal ini belum juga angkat jangkar!!! kenapa ya? katanya tunggu telepon dari padang bay untuk bilang bahwa udah gak ada kapal dari lombok yang parkir di pelabuhan. Nah jam setengah 1 akhirnya lapal berangkat dan sampai di pesisir padang bay jam setengah 2. Eh ternyata ada kapal yang parkir dan mau berangkat ke lombok. Jadinya Ferry kita jalan-jalan di pesisir pantai karang asem - seperti kapal Belanda yang memata-matai pulau Bali pada jaman VOC. Jam setengah 3 baru deh turun jangkar berlabuh di pelabuhan padang bay.... Whuhuhh!!! akhirnya sampai juga....
Nah, pertanyaan terakhir, kenapa saya tertarik ke Nusa Penida?
1. Karena saya mendengar ada sebuah Gua yang di dalamnya terdapat pura, yang konon dulunya merupakan tempat persembunyian seorang putri bernama Giri Putri - so the cave called Gua Giri Putri
2. Nemenin temen yang mau bertemu amam keluarga calon pengantinnya...
3. Pengennya jalan-jalan menjelajahi seluruh pelosok pulau bali.
Yah yang penting kalo udah rame-rame jalan-jalan pasti seru!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
